Senin, 08 Juni 2009

KEGIATAN BHAKTI SOSIAL DWP DINAS PERHUBUNGAN & LLAJ PROV. JAWA TIMUR




PENGURUS DWP DINAS PERHUBUNGAN DAN LLAJ PROVINSI JAWA TIMUR
DALAM RANGKA BAKTI SOSIAL DI PANTI ASUHAN



Kegiatan DWP Dalam Rangka Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia


Upacara Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia




Jalan Sehat Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia



Partisipasi DWP mengikuti Lomba
Dalam rangka Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia



Minggu, 07 Juni 2009

Kegiatan DWP Dishub & LLAJ Prov. Jatim Dalam Rangka Peringatan Hari Kartini


Anggota Dharma Wanita Persatuan
Dinas Perhubungan dan LLAJ Propinsi Jawa Timur



Lomba Memasak untuk Para Anggota Dharma Wanita Persatuan
Dinas Perhubungan dan LLAJ Propinsi Jawa Timur




Lomba Merangkai Buah




Lomba Memakai Kain Jarik

Sabtu, 06 Juni 2009

SONGA Adventure



Mengunjungi bumi Probolinggo saat ini ibarat menyusuri kembali perjalanan Hayam Wuruk lebih dari 500 tahun silam. Konon, menurut cerita rakyat, tak lama setelah Mahapatih Gadjah Mada dari Kerajaan Majapahit berhasil menyatukan wilayah Nusantara di tahun 1357 Masehi, Raja Hayam Wuruk adalah orang pertama yang menjadi saksi atas keindahan panorama alam Probolinggo.

Lantaran kagum dan terpesona oleh keindahan panorama di sana, Hayam Wuruk sempat berlama-lama bercengkerama di tempat itu. Tempat Hayam Wuruk bercengkerama itu kemudian disebut sebagai prabu linggih, yang lambat laun mengalami perubahan lafal menjadi Probolinggo. Dan….starting point yang dipakai Songa Raftingsalah satu yang disinyalir sering dipakai mandi Mahapatih Gadjah Mada.



Sungai Pekalen, terletak 25 km dari kota Probolinggo tepatnya terbentang di antara tiga kecamatan berturut-turut yaitu kecamatan Tiris, kecamatan Maron, dan kecamatan Gading. Bantaran sungai yang bisa diarungi berjarak 29 km yang terbagi atas 3 area. Dan Songa membagi paketnya menjadi 3 bagian ; Sungai Pekalen Atas berjarak 12 km, Sungai Pekalen Tengah berjarak 7 km, dan Sungai Pekalen Bawah berjarak 10 km.



Karakteristik sungai berbelok dan bertebing, Panorama alam yang indah, puluhan jeram (grade 2 s/d 3+) yang exotic dan menantang, kemegahan air terjun, dan kemolekan gua-gua kelelawar, serta masih ditemuinya beberapa satwa langka seperti burung elang, burung kepodang, monyet, biawak, linsang, tupai dll menjadi daya tarik tersendiri yang dapat Anda nikmati selama perjalanan.

Songa rafting dan Noars punya jalur atas, tengah dan bawah, sementara Regulo mainnya di jalur bawah (Regulo sepertinya paling aman kalau dengan keluarga dan anak anak, karena mirip dengan jalur irigasi yang sering dipakai rafting di Kasembon Malang atau di Kali Elo Magelang). Kalau jalur atas ekstrim sekali, dan untuk petualangan pasti seru banget.

Wisata Gunung Bromo


Gunung Bromo (dari Bahasa Sansekerta/Bahasa Jawa Kuno :Brahma, salah seorang Dewa Utama Hindu), merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.

Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabuapaten Probolinggo , Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.

Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.


Bromo Sebagai Gunung Suci

Bagi penduduk Bromo, Suku Tengger, Gunung Brahma (Bromo) dipercaya sebagai gunung suci. Setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo utara dan dilanjutkan ke puncak gunung Bromo. Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan Kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa.